4 Cara investasi yang Tepat Agar Menghasilkan Untung Besar

  • Whatsapp

Investasi adalah salah satu metode mencari penghasilan tambahan untuk kebutuhan jangka panjang. Sebagai pemula, Kamu tentu bertanya-tanya bagaimana cara investasi terbaik yang benar supaya bisa menghasilkan untung besar dan tetap aman.

Read More

Artikel ini akan mengulas cara berinvestasi dan beberapa tips buat kamu yang tertarik berinvestasi tapi masih awam dengan dunia investasi.

1. Menentukan Tujuan Investasi dengan Jelas

Sebagai investor, kamu harus sudah tahu apa tujuanmu berinvestasi. Apakah untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau kepentingan lainnya.

Menentukan tujuan di awal sangatlah penting. Tentukan dulu tujuannya untuk jangka pendek atau jangka panjang. Tujuan ini menjadi patokan kemana arah investasi yang akan kamu lakukan.

Tujuan investasi akan berpengaruh terhadap beberapa keputusan, seperti jenis investasi dan platform investasi.

2. Menyiapkan Modal Investasi

Untuk berinvestasi kamu harus memiliki modal. Sediakan sejumlah dana yang sekiranya ingin kamu investasikan. Budget yang kamu miliki akan menentukan instrumen investasi apa yang pas.

Sejak investasi online mulai marak, kamu bisa berinvestasi dengan nominal yang tidak terlalu besar. Bahkan hanya dengan modal 100 ribu kamu sudah bisa berinvestasi di fintech di Indonesia seperti Amartha.com

Sebagai catatan, besaran modal yang kamu gunakan dalam berinvestasi akan berpengaruh terhadap hasil returnnya. Kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih besar jika berani mengeluarkan modal besar.

3. Memahami Profil Risiko

Setiap orang atau investor memiliki profil risiko masing-masing. Kenali dulu kamu termasuk investor dengan profil risiko seperti apa. Berikut beberapa tipe investor berdasarkan profil risikonya:

  • Konservatif

Profil risiko konservatif cenderung takut berspekulasi. Investor jenis ini lebih memilih investasi dengan resiko rendah. Sayangnya, investasi dengan risiko rendah, hasil return-nya juga kecil. Orang-orang yang masuk dalam tipe ini biasanya adalah orang-orang tua dan para pemula. Jika kamu merasa cocok dengan profil risiko ini, Instrumen investasi yang cocok adalah investasi Reksadana Pasar Uang, Deposito, Emas & Logam Mulia.

  • Moderat

Investor dengan profil risiko moderat umumnya lebih berani dibanding tipe konservatif. Investor tipe ini tidak takut mengambil risiko bermain di pasar yang lebih fluktuatif supaya bisa mendapat return besar. Meski demikian, investor tipe ini masih cukup berhati-hati.

Investor dengan tipe ini biasanya sudah memiliki sejumlah pengalaman tapi tidak terlalu berambisi mengejar “giant fish”.

Jika kamu merasa cocok dengan tipe ini, instrumen investasi yang bisa dipilih adalah Reksadana Campuran. Instrumen investasi tersebut returnnya cukup besar, tapi resikonya tidak sebesar investasi saham.

  • Agresif

Investor bertipe agresif memiliki ambisi yang besar untuk mendapatkan “giant fish”. Mereka selalu siap masuk ke pasar fluktuatif dengan risiko besar demi bisa mendapatkan return yang sangat banyak. Investor tipe ini biasanya cukup berani kehilangan uang. Toleransinya terhadap penurunan nilai investasi juga lebih tinggi.

Jika kamu merasa sesuai dengan profil ini, pasar saham adalah pilihan tepat. Pasar ini cukup fluktuatif, tapi keuntungannya memang sangat besar.

4. Menentukan Jangka Waktu Investasi

Kamu harus menentukan seberapa lama jangka waktu investasi yang ingin kamu lakukan. Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Apakah untuk kebutuhan jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang.

Menentukan jangka waktu juga harus mempertimbangkan ketersediaan dana.

Jika dana tersebut sudah dikhususkan untuk investasi terbaik untuk masa depan, lebih baik memilih jangka waktu yang panjang supaya returnnya lebih besar.

Jika kamu memiliki dana terbatas dan uang yang kamu investasikan bisa jadi sewaktu-waktu dibutuhkan, ada baiknya memilih investasi jangka pendek.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *